^Back To Top

foto1 foto2 foto3 foto4 foto5


Selamat Datang

Di Website Resmi

SMA Negeri 1 Jatirogo

Media Informasi dan Komunikasi

www.smanjatirogo.sch.id

Get Adobe Flash player

Login Form

Lalu lintas Pengunjung

4.png7.png1.png1.png2.png9.png
Today309
Yesterday389
This week2188
This month8245
Total471129

Info Pengunjung

  • IP: 216.73.216.42
  • Browser: Mozilla
  • Browser Version: 5.0
  • Operating System: unknown

Anda Pengunjung Ke

15
Online

Jumat, 17 April 2026

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Sinergikan Prestasi dengan Kebersihan Lingkungan

Gagasan “Sinergikan Prestasi dengan Kebersihan Lingkungan” merupakan bentuk upaya sekolah menanamkan cinta lingkungan yang dilakukan siswa - siswi SMA N Jatirogo (SMAJA) untuk memberikan kontribusi kepada alam. Jika kelestariam alam terjaga dengan baik akan berdampak keseimbangan ekosistem makhluk hidup yang di dalamnya Slogan tersebut banyak digagas berbagai sekolah salah satunya SMA Negeri Jatirogo (SMAJA).

 

Bentuk kegiatan yang dilakukan siswa – siswi SMA Negeri Jatirogo selain melakukan bersih lingkungan juga melakukan perawatan taman yang ada di sekolah. Hal ini dibuktikan dengan menggandeng beberapa ekstrakulikuler seperti Pramuka, Pecinta Alam dan lain – lain. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 28 Februari 2020 dengan semangat bersama para siswa SMA Negeri Jatirogo (SMAJA).

 

SMA Negeri Jatirogo mengikuti pemilihan sekolah Adiwiyata Nasional yang diharapkan sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah. Sekolah Adiwiyata adalah upaya pembangunan program atau wadah yang baik dan ideal untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar menusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup untuk cita – cita pembangunan berkelanjutan. Adiwiyata merupakan nama program pendidikan lingkungan hidup.

Program pendidikan lingkungan hidup atau dikenal dengan Adiwiyata terbukti menciptakan sekolah yang nyaman , aman dan harmonis, khususnya untuk kebutuhan belajar para siswa SMA N Jatirogo. Secara tidak langsung para siswa menjadi generasi yang peduli dan berbudaya lingkungan, sekaligus mendukung dan mewujudkan sumberdaya disekitar sekolah terdidik melek terhadap perkembangan ekonomi, sosial dan lingkungannya dalam mencapai pembanguna berkelanjutan.

 

# Instagram : https://www.instagram.com/p/B9JScxJHYRv/?igshid=175yucos1b4up

 

 

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Pembuatan Kompos

 Kompos merupakan pupuk yang dibuat dari sisa-sisa mahluk hidup baik hewan maupun tumbuhan yang dibusukkan oleh organisme pengurai. Organisme pengurai atau dekomposer bisa berupa mikroorganisme ataupun makroorganisme. Kompos berfungsi sebagai sumber hara dan media tumbuh bagi tanaman.
Dilihat dari proses pembuatannya terdapat dua macam cara membuat kompos, yaitu melalui proses aerob (dengan udara) dan anaerob (tanpa udara). Kedua metode ini menghasilkan kompos yang sama baiknya hanya saja bentuk fisiknya agak sedikit berbeda. Kesempatan ini yang di bahas adalah pembuatan kompos dengan cara an-aerob

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Tempat Sampah :  ???

(SMAJA ADIWIYATA) - Sampah merupakan salah satu penyebab timbulnya polusi udara itu. Penempatan tempat sampah di suatu lokasi atau daerah sangat penting untuk mengoptimalkan kebersihan dan kegunaan dari tempat sampah tersebut. Dengan penentuan titik penempatan tempat sampah yang optimal, diharapkan masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan dan meminimalkan tingkat polusi udara.

Tahukah sobat, berapa jumlah tempat sampah yang ada di sekolah kita ini ?. Jika di setiap ruang kelas saja ada dua jenis tempat sampah (organik dan anorganik) yang ada berarti ada lebih dari 42 tempat sampah yang ada di sekolah kita tercinta
ini. Yang menjadi pertanyaan, sudah bisakah kalianmenggunakan tempat sampah dengan benar ? Jika tempat sampah di sekolah kita segitu banyaknya, maka seharusnya tidak ada lagi sampah yang “berkeliaran” dimana-mana.

Catatan Sekolah